Prinsip
Kerja yang meliputi sebagai berikut :
1. Analisis kesadahan total melalui
titrasi kompleksometri
Kesadahan total adalah jumlah
ion-ion Ca2+ dan Mg2+ yang terdapat dalam suatu sampel
air. Kesadahan total salah satunya dapat ditentukan melalui volumetri. Titrasi
menggunakan EDTA (etilendiamintetraasetat) sebagai titran dan EBT (Eriochrome
Black T, Erio T) sebagai indikator.
2. Analisis keasaman melalui titrasi
asam lemah dengan basa kuat
Titrasi asam basa adalah titrasi yang
menyangkut asam dan basa aik kuat maupun lemah. Titrasi asam basa dapat
memberikan titik akhir yang cukup tajam dan untuk itu digunakan pengamatan
dengan indicator bila pH ekuivalen antara 4 sampai 10.
3. Analisis kadar H2O2
melalui titrasi redoks.
Reaksi redoks merupakan suatu reaksi
yang menyebabkan terjadinya perubahan bilangan oksidasi pada atom-atom dalam
komponen yang terlibat dalam reaksi. Reaksi redoks dapat dijadikan sebagai
dasar dalam titrasi karena seringkali atom atau senyawa yang sama dengan
bilangan oksidasi berbeda memiliki perbedaan warna yang cukup jelas.
4. Analisis kadar Cl dalam larutan NaCl
melalui titrasi argentometri metode volhard.
Argentometri merupakan metode
titrasi yang menggunakan larutan pekat nitrat (AgNO3) sebagai
titran. Hasil reaksi titrasinya adalah endapan atau garam yang sukar larut.
Reaksi
CH3COOH
+ NaOH
CH3COONa + H2O
ALAT
DAN BAHAN
Alat : Buret
statif, Erlenmeyer, pipet tetes, pipet ukur.
Bahan
Titrasi asam basa : Asam cuka, indikator PP, NaOH
0,1 M.
Titrasi redoks : H2O2, H2SO4,
dan KMnO4
PROSEDUR ANALISIS
1. Titrasi asam lemah dan basa kuat
- Masukkan 10 ml CH3COOH kedalam Erlenmeyer
- Tambahkan 2 tetes PP
- Titrasi dengan NaOH
- Hingga warna merah muda
- Hitung volume titran dan tentukan nilai alkalinitas sampel asam cuka.
2. Titrasi redoks
·
Masukkan 5 ml H2O2, tambahkan 2 ml H2SO4
·
Titrasi dengan KMnO4
·
Hingga warna KMnO4 hilang (merah muda)
·
Hitung volume titran dan tentukan kadar H2O2.
P PERHITUNGAN
CH3COOH +NaOH ® CH3COONa + H2O
mol CH3COOH = 1
mol NaOH
1 (m.v) = 1
(m.v)
1 (m.10) = (xv.0,1)
1 (m.10) = (16,5.0,1)
10 m = 1,65
m = 10
1,65
1,65
m = 0,165
2. Titrasi redoks
Volume KMnO4 (XV2)
-
0 – 10,8 = 10,8
-
10,8 – 21,8 =
11
-
21,8 – 32,4 =
10,6
Volume rata-rata
= 10,8+10,6
2
2
= 10,7
PERHITUNGAN
2
KMnO4 + 5 H2O2 + 6 H+ 5 O2 + 2 Mn2+
+ 8 H2O
2
mol MnO4 = 5 mol H2O2
2
(m.v) = 5 (m.v)
2
(XV2 . 0,005) = 5 (m . 5)
5/2 (10,7.0,005) = 5
m
5/2 (0,0535) = 5 m
0,13375 = 5 m
m = 0,13375
5
5
m = 0,02675
ANALISIS DATA
Setiap percobaan analisis
penentuan titrasi, hal penting yang harus
diperhatikan adalah volume larutan pereaksi (titrannya).
Percobaan pada setiap analisis dilakukan tiga kali, dan setiap kali percobaan selisih antara percobaan 1 dengan 2, percobaan
2 dengan 3, dan percobaan 3
volume titran tidak boleh melebihi 0,3 ml.
Selisih 0,3 ml merupakan standar toleransi dalam penentuan titik titrasi, karena jika melebihi 0,3 ml
maka titrasi telah melewati titik
ekuivalen dan melebihi titik akhir titrasi.Jikaterjadi
hal tersebut akan berpengaruh pada perhitungan dan analisis titrasi yang dilakukan akan menjadi kurang akurat.
Pada proses titrasi kita perlu memperhatikan volume
larutan pereaksi/titran. Pada analisis keasaman melalui titrasi asam lemah
dengan basa kuat, meyangkut asam dan basa baik kuat maupun lemah. Dalam titrasi
asam basa ini hal yang sangat mendasar ialah perubahan pH. Dengan penggunaan
larutan asam lemah yaitu asam cuka (CH3COOH) sebagai titrat,PP sebagai indikator,
dan basa kuat yaitu NaOH sebagai titrannya. PP yang
memilki trayek pH 8,0
– 9,6 dengan indkator perubahan warna dari
tidak berwarna menjadi
merah, asam cuka ialah
asam lemah, jadi kisaran pHnya kurangdan mendekati 7. Oleh
karena itu, campuran larutan ini tidak berwarna. Ketika dicampu
dengan NaOH berubah menjadi merah muda karena NaOH merupakan basa kuat yang
pH-nya diatas 7. Sehingga menyebabkan perubahan warna merah muda sesuai dengan
indikator larutan PP.
Analisis kadar H2O2melalui titrasi redoks, di bagian ini H2O2ditambah
larutan H2SO4akan direaksikan dengan larutan KMnO4
sebagai titrannya. Perbedaan warna yang cukup jelas pada reaksi redoks yaitu
warna ungu pekat yang ada pada larutan yang mengandung ion MnO42-
(KMnO4). Sehingga titik akhir titrasi yang melibatkan MnO4
sebagai titran ditunjukkan dengan munculnya warna ungu akibat kelebihan ion MnO4.
Hasil yang lebih jelas bisa dilihat dari perhitungan rumus pada bagian hasil
pengamatan sebelumnya.




